Selamat Datang di Media Sangkakala News.My.id - Selamat Datang di Media Sangkakala News.My.id - Selamat Datang di Media Sangkakala News.My.id - Selamat Datang di Media Sangkakala News.My.id
banner 728x250
Gowa  

AKSI DAMAI DAN DOA BERSAMA: UMMAT GOWA MENOLAK KEPEMIMPINAN YANG MENCEDERAI AMANAH RAKYAT

banner 120x600
banner 468x60

GOWA, sangkakalanews.my.id | 05 Juni 2026 – Kegelisahan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Gowa tidak boleh dibiarkan menjadi bisikan-bisikan di ruang tertutup. Saat nilai keadilan dipertanyakan, saat amanah jabatan terancam kehilangan makna, dan saat kepercayaan publik mulai terkikis, maka suara moral umat harus hadir sebagai pengingat.

Atas dasar itulah, Forum Pemersatu Umat (FPI) Kabupaten Gowa akan menggelar Aksi Damai dan Doa Bersama untuk Kabupaten Gowa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan daerah, sekaligus seruan moral agar seluruh pemangku kebijakan kembali menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

banner 325x300

Ketua Forum Pemersatu Umat Kabupaten Gowa, Ustadz Taufik (Ustadz Opick), menegaskan bahwa jabatan bukan simbol kekuasaan yang dapat digunakan sesuka hati, melainkan amanah yang wajib dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat dan Allah SWT.

“Rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya pandai membangun citra. Rakyat membutuhkan pemimpin yang hadir, mendengar, berlaku adil, dan berani berpihak kepada kebenaran. Jabatan bukan tempat mencari kehormatan, tetapi sarana untuk mengabdi kepada masyarakat,” tegas Ustadz Opick.

Menurutnya, masyarakat Gowa berhak mendapatkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik-praktik yang mencederai rasa keadilan publik.

FPI Gowa menilai bahwa marwah daerah harus dijaga bersama. Jangan sampai Kabupaten Gowa yang dikenal sebagai daerah religius, berbudaya, dan memiliki sejarah perjuangan yang panjang justru kehilangan arah akibat lemahnya komitmen terhadap nilai-nilai amanah, kejujuran, dan integritas.

“Kami mengingatkan bahwa kekuasaan tidak abadi. Yang akan dikenang oleh masyarakat bukan seberapa lama seseorang berkuasa, tetapi seberapa besar manfaat dan keadilan yang ditinggalkannya. Karena itu, siapa pun yang diberikan amanah memimpin harus kembali kepada prinsip melayani, bukan dilayani,” lanjutnya.

Dalam aksi damai tersebut, peserta juga akan memanjatkan doa bersama agar Kabupaten Gowa senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari perpecahan, kesewenang-wenangan, penyalahgunaan amanah, serta berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada kemaslahatan masyarakat.

FPI Gowa mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk ikut mengawal masa depan Gowa dengan cara yang bermartabat, damai, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Ini bukan gerakan kebencian. Ini adalah panggilan nurani. Ketika amanah mulai dipertanyakan, ketika suara rakyat membutuhkan ruang untuk didengar, maka diam bukanlah pilihan. Saatnya umat bersatu menjaga marwah Gowa demi masa depan yang lebih baik,” tutup Ustadz Opick.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang di Media Sangkakala News.My. ID - Selamat Datang di Media Sangkakala News.My. ID - Selamat Datang di Media Sangkakala News.My. ID - Selamat Datang di Media Sangkakala News.My. ID