Gowa, Sulawesi Selatan. Sangkakala.my.id – Keluhan menyeruak dari pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Rumah Sakit (RS) Syekh Yusuf Kallongtala, Gowa. Mereka mengeluhkan sepinya pesanan dari dalam rumah sakit, yang diduga disebabkan oleh adanya “oknum” pegawai RS yang menjalankan bisnis kuliner di setiap bangsal.
“Pedagang kaki lima di sini mayoritas adalah masyarakat miskin yang mencari nafkah jujur,” ujar M. Arifin Dg Ngiri, tokoh masyarakat Kabupaten Gowa. “Mereka sudah berjualan puluhan tahun di sekitar rumah sakit ini. Namun sejak beberapa tahun terakhir, dagangan mereka semakin sepi karena diduga ada ‘oknum’ dari pihak rumah sakit yang menjalankan bisnis kuliner di dalam rumah sakit.”
Para PKL menuding bahwa setiap bangsal di RS Syekh Yusuf memiliki penjual dari pihak pegawai. Hal ini menyebabkan pedagang di luar rumah sakit merasa terpinggirkan dan kesulitan mendapatkan pesanan.
“Kami mengharapkan pihak rumah sakit bisa lebih bijak menghadapi masyarakat sekitarnya, khususnya mereka pedagang kaki lima yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di sini,” tambah M. Arifin. “Jangan sampai ‘oknum’ pegawai mempersempit rezeki orang lain.”
Pihak RS Syekh Yusuf belum memberikan tanggapan terkait tuduhan tersebut. Namun, permasalahan ini menimbulkan kecemasan di kalangan PKL di sekitar rumah sakit. Mereka menghendaki agar pihak rumah sakit menjalankan kebijakan yang adil dan transparan dalam mengelola bisnis kuliner di dalam rumah sakit,” ungkap Arifin Dg Ngiri.
Meminta pihak management Rumah Sakit untuk mendalami isu adanya oknum berjualan di dalam Rumah Sakit.
-Berita ini menekankan pada keluhan PKL dan dugaan adanya “oknum” pegawai RS yang berbisnis di dalam rumah sakit.
Berita ini juga mencantumkan pernyataan tokoh masyarakat yang meminta pihak RS untuk lebih bijak.
Berita ini diharapkan dapat mendorong pihak RS untuk memberikan tanggapan dan solusi atas permasalahan tersebut.
Hingga berita di terbitkan belum ada komfiydari pihak Rumah Sakit.
Kami menanti hak jawab, Ucap M. Arifin Dg Ngiri
Sumber Tokoh Masyarakat



















