Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sangkakalanews.my.id – Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali menghantam dunia ketenagakerjaan Indonesia termasuk PHK yang dilakukan oleh perusahaan besar di Jeneponto Sulsel yaitu PLTU Punagayya dengan Jumlah tenaga kerja yang di PHK kurang lebih 180 orang. 26 Juni 2025.
Pasca kejadian tersebut, banyak sorotan yang muncul diberbagai media diantaranya postingan di Facebook pemilik akun atas nama aroel serang, dalam postingannya menulis :
Bangkala, Adalah salah satu kecamatan potensial di Kab.jeneponto,
Ditempati 2 Perusahaan Besar (PLTU & PLN).
Baru-baru PLTU mengambil langkah PHK Massal, Dan juga PLN dikabarkan menerima Tenaga Kerja Asing.
Sampai sekarang PLTU & PLN tidak jelas manfaatnya terhadap Daerah kecuali menyisakan dampak akibat limbah yg ditimbulkan baik itu Limbah Udara, Limbah Padat maupun Limbah Cair.
Postingan tersebut ditanggapi oleh beberapa pemilik akun facebook , sebelum tulisan itu muncul di facebook PLTU juga disoroti oleh tokoh pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Bangkala yang mengkritik terhadap minimnya kontribusi kedua perusahaan tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat penting perlunya evaluasi menyeluruh terhadap model investasi yang berkelanjutan dan berkeadilan di daerah termasuk lemahnya pengawasan oleh DPR serta DISNAKERTRANS Kab Jeneponto
Ketua Lembaga poros rakyat Indonesia (Budiman) pun turut angkat bicara mengenai permasalahan ini. Kejadian ini menjadi sorotan tajam terhadap pengelolaan investasi dan dampaknya terhadap masyarakat lokal di jeneponto.
PHK massal 180 karyawan PLTU Punagayya menjadi tragedi terbaru yang mengungkap ironi pembangunan di Jeneponto. Investasi besar-besaran yang diharapkan membawa kesejahteraan justru berujung pada pengangguran massal. Hal ini diperparah dengan kabar penerimaan tenaga kerja asing di PLN, perusahaan lain yang beroperasi di wilayah yang sama.” Ujar Ketua LPRI Jeneponto



















